4 Alat Ukur Kabel Fiber Optik Yang Paling Populer Saat Ini

Kabel fiber optik merupakan jenis kabel yang terbuat dari kaca yang sangat halus dan digunakan sebagai media transmisi sinyal cahaya dengan kecepatan tinggi. Fiber Optik mempunyai ukuran yang sangat kecil dan halus dengan diameter 120 mikrometer yang bahkan lebih halus dari ukuran rambut manusia. Kecepatan transmisi dalam kabel fiber optik menggunakan pembiasan cahaya sebagai prinsip atau cara kerjanya.

Alat Ukur Fiber Optik

Alat ukur fiber optik terdiri dari beberapa model dan fungsi yang berbeda, antara lain:

1. Optical Power Meter (OPM)

OPM merupakan alat yang digunakan untuk melakukan test fiber optik saat melakukan instalasi dan pemeliharaan jaringan fiber atau serat. Optical Power Meter dipakai untuk mengukur total loss dalam sebuah link optik saat instalasi, uji akhir atau pemelihara yang diukur dalam satuan dB atau Decible.

2. Optical Time Domain Reflectometer (OTDR)

Optical Time Domain Reflectometer merupakan alat ukur fiber optik yang digunakan untuk mengevaluasi serat optik pada domain waktu. OTDR menjadi salah satu peralatan utama untuk instalasi ataupun pemeliharaan link fiber optik. OTDR memungkinkan link diukur dari bagian ujung. OTDR digunakan untuk mendapatkan gambaran secara visual dari redaman fiber optik sepanjang link yang diplot pada layar dengan jarak pada sumbu X dan redaman atau loss pada sumbu Y. OTDR dalam display menampilkan informasi mengenai redaman fiber, loss dari sambungan, loss dalam konektor, lokasi gangguan, dan juga loss antara dua titik.

Fungsi dari Optical Time Domain Reflectometer (OTDR) ini adalah mengukur jarak pada titik dalam fiber. OTDR juga digunakan untuk mengukur besar loss rata-rata antara dua titik yang dipilih dalam fiber optik dalam satuan dB/km. Alat ukur fiber optik memang mempunyai fungsi yang berbeda-beda yang disesuaikan dengan keperluan instalasi maupun pemeliharaan dan bahkan perbaikan. OTDR juga dapat digunakan untuk mengetahui jenis event dalam fiber optik. Fungsi dari OTDR lainnya adalah digunakan untuk mengetahui lokasi titik penyambungan dan besar loss. OTDR juga dapat berguna untuk mengidentifikasi lokasi dan jenis gangguan fiber optik. Fungsi berikutnya adalah untuk mengetahui besar porsi daya yang dapat dipantulkan dalam suatu event pantulan atau disebut juga dengan istilah Optical Return Loss.

READ  Aplikasi Kasir Online, Pengertian Manfaat dan Rekomendasi

3. Visual Fault Locator

Visual Laser fiber optic atau senter fiber optic berfungsi untuk melakukan pengetesan pada core atau inti fiber optik. Laser akan mengikuti serat optik dari POP hingga user, apabila core atau tidak bermasalah, maka laser akan sampai pada titik tujuan.

4. Fusion Splicer

Fusion Splicer (Fiber Optik) merupakan perangkat dalam sistem komunikasi yang digunakan untuk menyambungkan ujung fiber optik. Keberadaan alat ini sangat penting untuk membuat infrastruktur kabel optik menjadi optimal. Dalam membangun jaringan komunikasi pasti dibutuhkan kabel optik dengan ukuran yang panjang dari awal hingga tujuan akhir, sehingga dibutuhkan proses penyambungan.

Demikian artikel tentang alat ukur fiber optik, semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi anda semua.